Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

Indonesia  mempunyai Sumanto, lelaki yang sempat dijuluki ‘’Kanibal dari Purbalingga’’. Sewaktu merantau ke Lampung tahun 1988, ia menuntut ilmu hitam pada Taslim. Kalau ingin menemukan kedamaian abadi dan bisa menghidupkan orang mati, kata Taslim, maka Sumanto harus memakan daging tujuh manusia. Sumanto menjalaninya, tapi keburu ditangkap sebelum kelar memenuhi syarat. Di persidangan, warga Desa Plumutan, Purbalingga, Jawa Tengah, ini mengaku telah memakan tiga manusia di Lampung dan kampung halamannya.
Sumanto tak sendirian. Di Jerman, ada warga yang dijuluki ‘’Si Penjagal dari Rottenberg’’. Itulah Armien Meiwes. Seperti dikutip surat kabar Hamburger Abendblatt edisi 5 Januari 2004, di persidangan Meiwes mengaku telah memakan manusia.
Bagaimana sih rasa daging manusia?

“Rasanya mirip daging babi,” kata Armien Meiwes. Hal yang sama dikemukakan Sumanto, namun menurutnya lebih enak lagi rasa daging anjing, tikus, atau kucing.

Itulah salah satu dampak memakan makanan haram (daging babi) terhadap kejiwaan manusia. Selain jadi cenderung doyan makan daging manusia, pemakan babi juga akan luruh dan hilang rasa cemburu atau decorum (girah)-nya.

Demikian disampaikan Nurbowo MBA dari Halal Watch, saat menjadi pembicara dalam Seminar Reboan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Depok, Rabu sore, 22 Mei 2013.

Seminar bertajuk ‘’Bincang Halal’’ (Bilal) itu berlangsung di Ruang Seminar Gedung B Fasilkom UI Depok. Penyelenggaranya Forum Ukhuwah Kerohanian Islam (FUKI) Fasilkom UI. Sekitar 75 peserta yang kebanyakan mahasiswa, menghadiri acara tersebut.

Selain Nurbowo, seminar juga mendatangkan narasumber Kusnadi, pelaku usaha pangan organik-herbal halal yang memiliki gerai Halalmart.

Dalam pengantarnya Nurbowo mengatakan, Seminar Bilal ini sangat penting mengingat Kota Depok sejak 2011 telah dideklarasikan oleh pemerintah kota setempat sebagai ‘’Kota Halal’’.

‘’Depok dideklarasikan oleh Pemkot Depok sebagai ‘Kota Halal’ pada Maret 2011. Dengan demikian, Depok menjadi ‘Kota Halal’ kedua di Provinsi Jawa Barat setelah Kota Bogor pada 2009,’’ papar Nurbowo.

Pengasuh Rubrik ‘Info Halal’ di Majalah AULIA dan Tazakka ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sudah mencanangkan tekad untuk menjadikan Jawa Barat sebagai ‘Provinsi Halal’ pada tahun 2014.

Tekad tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Indonesia Halal Exibition Jawa Barat (Indhex Jabar 2013) di Gasibu Bandung, 4-7 Juli 2013.

Dalam paparannya Nurbowo mengingatkan, produk halal-thayib merupakan keharusan bagi kaum Muslimin. Hal ini diamanatkan Al- Qur’an misalnya dalam Surat Al-Maidah ayat 88: ‘’Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya.’’

Demikian juga firman-Nya dalam Surah Al-An’aam ayat 119 dan Al Baqoroh ayat 172.

Sesuai misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, konsep halal-thayib juga berlaku universal. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Al- Qur’an Surah Al Baqarah ayat 168: ‘’Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu.’’

Contohnya babi, yang berbahaya bagi siapapun yang mengonsumsinya. Karena itu, tidak hanya Islam yang mengharamkan babi.

Larangan memakan babi disebut dalam Al- Qur’an Surah Al Maidah ayat 3, dan diperkuat dengan hadits nabi SAW. Yahudi ortodox juga pantang mengonsumsi babi. Injil pun melarang manusia memanfaatkan babi. Pemakan babi bakal musnah dari muka bumi karena azab Ilahi (Yes 66:1-4, 16-17; Ulangan 14: 7-8, dll).

Selain merusak kejiwaan, produk haram juga memengaruhi spiritualitas. Dalam sebuah hadits dikisahkan, suatu ketika seorang sahabat yang
bernama Sa’ad bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana caranya agar dia bisa menjadi orang yang doanya mustajab (diijabah oleh Allah). Maka jawab Rasul, ‘’Perbaikilah makanmu, maka Allah akan mengabulkan doamu’’ (HR Ath-Thabrani).

Sebaliknya, Nabi SAW pernah mengisahkan seorang musafir lusuh yang mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa, ‘’Wahai Tuhan, Wahai Tuhan (perkenankan doaku)’’ tapi makanan yang dimakannya haram, minumnya haram, pakaian yang dikenakannya haram, diberi makan yang haram. ‘’Bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” ujar Nabi (HR. Muslim melalui Abu Hurairah).

Bahkan ada peringatan yang sangat keras dari Rasulullah SAW jika umat Islam memakan barang yang haram, yaitu, ‘’Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka nerakalah tempat yang pantas baginya’’ (HR At-Thurmudzi).

Sebenarnya, lanjut Nurbowo yang juga aktif di Komunitas Milis Halal-Baik-Enak, jenis barang yang diharamkan sangatlah sedikit dibanding yang halal. Karena itu para ulama membuat kaedah: al-ashl fil asyâ’ al-ibahah hattâ yadullad dalîl ‘alâ tahrîmih. Segala sesuatu hukum asalnya (default) adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

Namun, melalui industrialisasi modern kapitalisme yang berazas al-ghoyah tubarrir al-washilah (tujuan menghalalkan cara) dan berprinsip zero wasting (minimalisasi sampah) untuk profit maximazing (memaksimalkan keuntungan), yang sedikit itu justru menjadi sangat fungsional. Dalam bahasa lain, yang minoritas ini menjadi tirani bagi mayoritas.

Pembicara mencontohkan babi. Dalam kalkulasi bisnis kapitalisme, nyaris semua bagian dari tubuh babi merupakan bahan produksi yang lebih efisien dan komersial. Misalnya sampah berupa kulit atau tulang babi, yang ternyata unggul digunakan dalam produksi gelatin (sejenis protein).

Di dunia industri, gelatin merupakan sebuah miracle food karena multifungsinya luar biasa dan tak tertandingi. Gelatin digunakan sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap, dan pemerkaya gizi. Karakteristiknya yang lentur dapat membentuk lapisan tipis elastis, film transparan yang kuat, dan daya cernanya tinggi.

Bahan pangan yang mengandung gelatin memiliki sensasi istimewa ketika menyentuh lidah. Sifat melting in the mouth ini belum tergantikan oleh bahan lain.

Nah, gelatin yang lebih efisien dan ekonomis adalah yang terbuat dari tulang atau kulit babi (Encyclopedia of Chemical Technology, 2nd ed, 1996).

Berdasarkan ‘’peta kemungkinan pencemaran babi’’ yang dibuat LPPOM MUI, Nurbowo menunjukkan bagian-bagian tubuh babi bisa digunakan dalam pembuatan berbagai produk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, obat, sikat gigi, kuas kue, sampai sepatu dan jaket kulit.

Pemaparan melalui slideshow tersebut membuat para peserta seminar terperangah. Sebenar-sebentar terdengar pekik kaget diikuti istighfar tanda keterkejutan dan penyesalan.

Pembicara kemudian memberikan tip memilih produk halal. ‘’Jadi mulai saat ini, khususnya Anda kaum Muslimah, harus meningkatkan pengetahuan agama, memahami titik kritis produk, menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, serta mendakwahkan kesadaran untuk memilih produk halal,’’ tutur Nurbowo.

Kusnadi melengkapinya dengan memberikan tip memilih produk daging ayam yang halal-thayib. Ia mencontohkan ayam yang diproduksi A’Baik Chicken, yakni ayam organik-herbal yang sudah bersertifikat halal.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung dua termin itu para mahasiswa antusias menanyakan seputar alkohol dan khamar, penggunaan angciu, prosedur sertifikasi, label halal, regulasi halal, dan cara memilih produk halal.

Kepada Ketua FUKI Fasilkom UI, Abdullah Izzuddin, kedua pembicara menyarankan agar FUKI memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pedagang makanan dan minuman di sekitar kampus mereka. (muslimdaily).

Kamis, 17 Januari 2013


Palermo, Saksi Kejayaan Islam di Italia
Di masa lalu, Palermo, sebuah kota di pulau Sisilia, Italia, merupakan bagian dari imperium Islam.

Sebelum masa penaklukan, Kota Palermo kental dengan kebudayaan Yunani dan Romawi. Sejarah masuknya Islam di Palermo, berawal dari pengkhianatan yang dilakukan laksamana Euphemius ke Tunisia pada 827 M.

Ia meminta pertolongan kepada penguasa Aglabid, yang waktu itu merupakan bagian dari kekalifahan Abbasiyah,  Ziyadat Allah I ibn Ibrahim (817 M - 838 M) untuk menaklukan Sisilia.


Tak butuh lama bagi pasukan Islam menaklukan Sisilia. Sejak itulah, Sisilia berada dalam pemerintahan Islam.

Di bawah penguasa Aglabid, Sisilia menjadi wilayah yang kaya dan subur. Semasa pemerintahan Islam, penduduk asli diberikan kebebasan memeluk agama, dengan syarat mereka membayar pajak.

Memang, pemerintahan Islam tidak menjadikan Palermo sebagai kota utama, melainkan Syracuse. Namun, oleh penguasa Aglabid, Palermo dipercantik sehingga kala itu mampu menandingi keindahan tata kota Cordoba dan Kairo.

Uskup Agung Sophronius, dalam catatannya yang dibuat pada 883 M, menggambarkan Palermo sebagai kota yang penuh warga negara asing. Disana sini terlihat masyarakat Timur Tengah yang berbaur dengan penduduk asli Sisilia, Yunani, Lombardia dan Yahudi.

Cara berpakaian masyarakatnya pun cukup beragam. Mulai dari ada yang berpakaian jubah dan turban, beberapa berpakaian setengah telanjang.

Seabad kemudian, tepatnya pada rentang tahun 972-973, seorang pedagang dari Baghdad, Ibnu Hauqal menggambarkan dari perempatan kota terlihat jelas istana dan ratusan masjid.

Hauqal mengaku belum pernah melihat dalam satu kota terhadap jumlah masjid yang banyak. Di setiap masjid terdapat imam.

"Ketika mendengarkan mereka, saya yakin mereka orang yang saleh. Tidak ada yang meragukan kapasitas mereka," tulis Hauqal.

Tak jauh dari situ, terdapat Universitas Balerm, salah satu universitas tertua di dunia. Pada masanya, kampus ini boleh dikatakan pesaing berat Universitas Cordoba. Di kampus ini lahir sejumlah penyair berbakat seperti Ibnu Hamdis.

Universitas Balerm juga melahirkan para pemikir yang mampu menandingi para lulusan Cordoba. Selama lebih dari dua abad Palermo menjadi pusat peradaban Islam di Sisilia.

Kota dengan populasi 350 ribu jiwa itu sempat menjadi salah satu kota terbesar di Eropa, tepatnya di bawah Cordoba. Tak heran, jejak peradaban Islam masih terlihat hingga saat ini seperti misal Istana lama Emir (Palazzo dei Normann), Gereja San Giovanni degli Eremiti (dahulu merupakan masjid), Katederal Lucera (juga dahulunya masjid) dan lainnya.(republika)dan zilzall


 The New York Times membohongi publik di Amerika tentang isu-isu Israel-Palestina

Media yang cukup representatif di Amerika – The New York Times, ternyata selama ini melakukan pembohongan publik terhadap rakyat Amerika, khususnya mengenai kejahatan-kejahatan dan kekejeman yang dilakukan oleh zionist israel.
Menurut sudut pandang media The New York Times, tidak ada yang namanya pengepungan diwilayah Gaza, tidak ada pendudukan di Tepi Barat, dan bahkan tidak pernah terjadi Nakba (pembunuhan besar-besaran terhadap warga Palestina di tahun 1948). Media ini tidak pernah memberitakan dan mencatat peristiwa-peristiwa ini.
Pada tanggal 13 Desember 2012 lalu, The New York Times menerbitkan artikel yang ditulis oleh Steven Erlanger, artikel ini membahas tuntas tentang meningkatnya angka kemiskinan di Gaza, namun didalam artikel ini sama sekali tidak menyebutkan adanya blokade terhadap Gaza oleh israel, padahal blokade inilah yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan di Gaza.

Semua serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza dianggap sebagai balasan terhadap roket Hamas, bahkan Erlanger memutar balikan fakta bahwa semua ketidak-beruntungan dan kemiskinan warga Gaza adalah dikarenakan “pengepungan” yang dilakukan oleh HAMAS terhadap warganya sendiri, dalam artikel ini menyebutkan bahwa HAMAS telah menyebabkan warga Gaza semakin miskin karena tidak sanggup menjalankan roda pemerintahan di Gaza, sehingga angka pengangguran semakin meningkat.

Artikel-artikel maupun berita yang dibuat The New York Times tentang Palestina jauh sekali dari fakta sebenarnya, dan sangat menyesatkan bagi pembaca khususnya warga Amerika, The New York Times melindungi kepentingan-kepentingan israel dengan cara memberikan rakyat Amerika berita-berita yang penuh khayalan bahwa israel berada dipihak yang benar.

Mungkin karena itulah, mengapa warga Amerika buta terhadap persoalan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik israel – Palestina. Mereka tidak memahami catatan historis, geografi, dan realita-realita politik yang sebenarnya terjadi.

Jadi, menurut The New York Times, HAMAS lah yang bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi di Gaza; dan israel sama sekali tidak ada hubungannya terhadap masalah yang dialami warga Gaza. (undergroundtauhid.com) dan zilzall

Oleh: M. Lili Nur Aulia

1353153511-gaza-children_346104

Oleh: M. Lili Nur Aulia

SUARA dentuman dahsyat itu terjadi hampir setiap 10 menit. Ia panik luar biasa berlari mencari tempat berlindung. Sementara ledakan demi ledakan yang memekakkan telinga dan menggetarkan jantung terus terjadi, ia justru melihat SUARA dentuman dahsyat itu terjadi hampir setiap 10 menit. Ia panik luar biasa berlari mencari tempat berlindung. Sementara ledakan demi ledakan yang memekakkan telinga dan menggetarkan jantung terus terjadi, ia justru melihat darah bersimbah tumpah di jalan-jalan. Rentetan bunyi senjata bersahutan di antara dentuman yang tak juga berhenti. Ia berusaha menenangkan diri, bahwa keadaan dirinya akan selamat, dan ia akan baik baik saja. Do’a di antara ketakutan tak putus diucapkan, meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa, agar diselamatkan dari ancaman kematian yang sedang mengancam.


Itu sepintas kengerian  yang terjadi di tanah Gaza, Palestina. Peristiwa itulah yang dialami penduduk Muslim Gaza saat melewati hari-hari pembantaian oleh pasukan Zionis Israel yang tanpa ampun menggempur mereka melalui udara dan darat. Ungkapan itu disampaikan oleh seorang pria bernama Abu Hani, salah seorang tim medis di Palestina yang kebetulan selamat dari lubang kematian di Gaza ketika itu. Ia kemudian menuturkan banyak hal tentang pengalamannya yang sulit dilupakan, saat harus berada di antara dentuman roket dan suara peluru senjata. Abu Hani, adalah petugas medis, ia juga menjadi target pembunuhan keji pasukan Israel , seperti juga dialami rekan-rekannya sesama tim medis di Gaza. “Saya meminta kepada Allah agar Anda tidak pernah mengalami apa yang saya alami dalam penderitaan dan krisis seperti ini. Apa yang kami alami seperti tidak bisa diterima oleh akal. Tapi insya Allah krisis ini akan berakhir nantinya. Saya tidak ingin ada orang yang mengalami apa yang saya rasakan. Saya minta kepada Allah agar kalian tidak bersama kami. Kami akan menang di negeri ini dan juga di seluruh Negara umat Islam.” Itu perkataan Abu Hani saat seorang wartawan mendekatinya dan berupaya mengutip kisahnya saat melewati fase operasi militer Israel yang tak berprikemanusiaan di Gaza.

Abu Hani menceritakan kejadian dalam dua puluh empat jam yang sangat menegangkan itu. Ia bercerita, “Saya diminta untuk dating ke rumah saudara syahid Thalat. Saya sampai di rumah itu, dan saya melihat jenazah Thalat berada di atas atap rumah sejak ia gugur. Hampir seluruh tubuhnya berwarna merah darah yang sudah nyaris hampir kering. Jenazahnya memang hampir sulit diturunkan. Tak satupun orang, termasuk keluarganya, berani menuruninya karena bisa saja hal itu memancing kedatangan pasukan udara Israel yang siap membombardir mereka kembali. Menurut sebagian keluarganya yang masih hidup, Thalat sempat bertahan hidup selama sekitar 15 jam setelah ledakan roket menghancurkan rumah dan melempar tubuhnya ke atas.

Yang mengharukan adalah, saat jenazah Thal’at berhasil diturunkan. Orang tua Thal’at berkata, “Biarkan aku melakukan perpisahan dengan anakku.” Orang-orang mengira ia akan menangis dan berteriak sedih saat mendekati putranya. Tapi ternyata tidak. Orang tua Thal’at, justru mendekat dan memandang anaknya sambil mengatakan, “Aku titipkan engkau kepada Allah. Kita akan berjumpa di surga dengan izin Allah. Insya Allah anakku, Allah akan memudahkanmu.. “ Tak lama kemudian ibunda dari Thal’at juga datang dan mengatakan, “Anakku… Engkau meminta surga. Insya Allah kita akan bertemu di sana . Allah akan memudahkanmu.. “ Itulah sepenggal cerita tentang keluarga seorang pemuda Thal’at.

Abu Hani lebih lanjut bercerita tentang pemandangan yang begitu menyakitkan. “Saya menyaksikan lima orang anak-anak dari satu keluarga yang seluruhnya akhirnya meninggal akibat roket Israel yang menghantam rumah mereka. Di antara anak-anak itu, ada yang terpotong tangannya, kakinya. Sebelum syahid menjemputnya, anak-anak itu bergumam,”… syahiid.. syahiid…” Hingga akhirnya mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir di depan mata Abu Hani yang ingin mengobatinya. Abu Hani juga bercerita tentang pengalamannya yang lain. Ia mengatakan, “Saya dipanggil untuk menolong anggota keluarga dari sebuah rumah milik Abu Jarhum. Saat aku memasuki rumah itu, ada empat orang anak perempuan kecil-kecil. Yang paling besar belum lebih dari lima tahun usianya. Mereka semua dalam kondisi luka parah. Saya membawa mereka semuanya ke rumah sakit. Alhamdulillah kini kondisi mereka sudah membaik. Abu Hani tampak berat mengungkapkan kepedihan ini dan mengatakan, “Apa yang akan anda lakukan bila Anda melihat dua orang kakak beradik yang terkena roket saat sedang membuat roti. Saat meninggal, salah satu dari keduanya sedang dalam posisi ingin meletakkan tepung untuk dimasukkan ke dalam tungku.

Abu Hani terus melanjutkan kisah-kisahnya yang mendebarkan sekaligus seperti mengiris-iris hati dengan sembilu. Ia mengatakan, “Aku berangkat untuk menolong seorang perempuan. Awalnya, perempuan itu berdiri di dekat jendela. Tapi tiba-tiba sebuah roket jatuh dan menyebabkan kaki saudara laki-lakinya terputus. Sementara ia sendiri mengalami luka parah karena roket itu. Sebelum akhirnya meninggal, ia mungkin merasa saya ada di lokasi itu dan siap untuk menolongnya. Ia mengumpulkan segenap tenaganya yang tersisa dan berusaha memperbaiki kerudungnya yang agak tersingkap. Matanya, menatap lirih ke ibundanya yang juga mendampingi saya saat itu, seolah meminta agar auratnya tetap terjaga dan tidak terlihat olehku… “

Abu Hani melanjutkan bagaimana aktifitasnya sebagai tenaga medis mendatangi berbagai perkampungan di Gaza, termasuk Jabaliya. Di tempat itu ia bertemu dengan seorang pemuda yang gugur, bernama Izzuddin. Pemuda itu semula sedang duduk beristirahat di bawah pohon saat roket Israel menghantamnya, hingga tubuhnya terbelah dua. Tapi saat menjelang meninggal, ia sempat mengangkat telunjuknya dan mengucapkan syahadat “asyhadu anllaa ilaaha illa Llah.. “  Kisah lainnya juga disampaikan Abu Hani saat ia membawa seorang pemuda bernama Muhammad ke rumah sakit. Tubuh Muhammad nyaris penuh oleh luka. Ada sekitar 50 luka sobekan parah di jasad Muhammad yang harus segera diobati. “Tak ada bagian tubuhnya yang bergerak kecuali jantungnya yang masih berdegup dan mulutnya yang terus menerus berdzikir kepada Allah. Para dokter yang ingin menolongnya sangat kagum dengan kondisi Muhammad. Tapi setelah dua jam dirawat, Muhammad tak tertolong lagi. Di penghujung nafasnya ia melafazkan dua kalimat syahadat dan membaca surat Al fatihah, lalu kemudian meninggal.

Ini sebagian kecil dari pemandangan luar biasa yang terjadi di Gaza, saat Israel menghantam wilayah itu selama hampir satu pekan. Kecaman demi kecaman memang muncul dari sejumlah negara. Tapi lagi-lagi, tak satupun yang kemudian bisa berbuat lebih banyak untuk menindak kekejaman Israel yang tak terperi itu. Allah swt pasti menyertaimu, wahai penduduk Gaza yang terzalimi.(islampos) dan zilzall

Jumat, 11 Januari 2013


iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi dilaporkan telah menyatakan bahwa isu permusuhan antara  Syi’ah dan Sunni adalah upaya dari musuh-musuh Islam.
Dalam pertemuan dengan Sheikh Agung Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb di Kairo pada hari Kamis (10/1), Salehi menyerukan umat Islam untuk menghindari konflik dan lebih menjunjung kesamaan sebagai gantinya.
“Musuh telah membuat upaya-upaya besar selama beberapa tahun terakhir, menyebabkan keretakan di kalangan umat Islam,” tambahnya.
Salehi mengundang Sheikh Al-Azhar datang ke Iran untuk mengadakan pembicaraan dengan pemuka ajaran Syi’ah Iran. Salehi meminta agar Syi’ah dan Sunni bisa hidup berdampingan secara damai di Iran.
Al-Tayeb menegaskan agar umat Islam mampu membina persatuan, dan mencegah agar musuh Islam tidak mampu mencapai tujuan mereka, yaitu menciptakan konflik di dunia Muslim. [sm/islampos/pt]

senjata perang
EKSPOR senjata Israel dilaporkan telah naik sebesar 20 persen menjadi  7 miliar USD pada tahun 2012. Hal ini disampaikan oleh kementerian pertahanan Israel dan dikutip oleh surat kabar Haaretz, pada  hari Kamis (10/1).
Kenaikan terus terjadi meskipun krisis ekonomi global, yang mengakibatkan banyak negara mengurangi pembelian senjata.
Kementerian pertahanan tidak mengonfirmasi laporan tentang nilai ekspor senjata Israel yang mencapai 7,2 milyar USD dari tahun 2010.
Menurut laporan, kenaikan nilai ekspor ini terjadi karena kesepakatan senjata utama dengan Italia, yang akan membeli jet tempur buatan Israel ke Italia, kata surat kabar itu. Sebagai imbalannya, Roma setuju untuk membayar satu miliar USD untuk pembelian senjata dari industri pertahanan Israel.
Selama 2013, Israel berharap bisa meningkatkan penjualan senjata perangnya ke Azerbaijan, Brasil, Polandia, dan Vietnam. Target Israel yaitu meningkatkan ekspor senjata menjadi 10 miliar USD per tahun. [sm/islampos/ahram]

Minggu, 30 Desember 2012

Di negeri ‘ginseng’, Korea Selatan, komunitas umat Islam merupakan kelompok minoritas. Namun, masyarakat Korsel menyambut kehadiran agama Islam sebagai rahmatan lil alamin, dengan didirikannya sejumlah masjid. Kehadiran masjid di negeri itu tak dipermasalahkan karena banyak memberi manfaat bagi warga setempat, terutama para mualaf dan warga yang ingin tahu lebih banyak tentang Islam.

“Islam sebagai pembawa rahmat lil alamin atau kedamaian telah diterima dengan baik di Korsel,” kata Dr. Abdul Wahab Zahid Haq, mufti Korsel yang berasal dari Turki kepada pers disela mengikuti konferensi internasional tentang wakaf di Jakarta, Selasa (25/12).
Di Korsel, Islam baru masuk pada tahun 1955, yang diawali oleh tiga orang tentara Turki. Jumlah kaum Muslimin di Korsel sekitar 30-40 ribu jiwa. Bila ditambah warga negara asing yang juga beragama Islam, jumlahnya menjadi 150 ribu jiwa. Di antara warga negara asing itu adalah para pekerja dari Indonesia.

Sebagai mufti di Korsel, Abdul Wahab melakukan tugas-tugasnya dengan penuh keramahan. Ia sangat menjauhi melakukan pendekatan kekerasan, terlebih di luar Korsel sering terdengar isu miring tentang Islam. Abdul Wahab mengaku tidak bersedih harus menjalankan semua misi dakwah di negeri ginseng tersebut. “Namun kesedihan itu terasa mendekat ketika saya menjelaskan kepada warga sekitar, mereka tidak paham,” ujar Abdul Wahab.

Pun demikian, ia terus berikhtiar menjelaskan tentang tauhid, keesaan Allah, kedudukan Rasulullah SAW, secara berulang-ulang. Merupakan suatu kegembiraan manakala penjelasannya dapat diterima warga setempat. Total ada 70 masjid yang tersebar di berbagai kota di Korsel, dan semuanya dioptimalkan untuk pusat dakwah sekaligus Islamic Center.

Abdul Wahab yang datang ke Korsel sejak tahun 1982, kini semakin dikenal oleh warga Korsel. Banyak warga setempat yang bertanya kepadanya tentang Islam dan dijawabnya dengan gamblang dan menyejukkan. Dan alhasil warga Korsel ada yang tertarik dan akhirnya memilih memeluk agama Islam.

Dalam berfatwa, Abdul Wahab menggunakannya sebagai pegangan dan panduan umat Islam dalam pelaksanaan ibadah dan etika kehidupan sehari-hari. Jika ada orang Muslim di negeri itu bertanya atau meminta fatwa padanya, ia harus melihat ke yang bersangkutan berpegang pada mahzab apa. Ia sesuaikan dengan mahzab yang dipegang oleh orang yang bertanya. Yang penting tidak menyimpang 2 sumber hukum utama Islam; Al Qur’an dan Al Hadits.

KAMI TIDAK AKAN DUDUK DI BANGKU CADANGAN


 Kami tidak akan duduk di bangku cadangan ketika kalian beramal di jalan Allah; berdakwah, beramar maruf nahi munkar, menyuarakan kebenaran, dan berjihad fi sabilillah. Kami akan selalu bersama kalian, sesulit dan seberat apapun keadaannya…

Hari ini Islam menghendaki setiap muslim berujar kepada dirinya sendiri,” Apakah pantas aku beristirahat, sementara saudara saudaraku berpayah payah di jalan Allah? Apakah pantas aku tidur nyenyak sementara saudara saudaraku disiksa di jalan Allah? Apakah pantas aku tinggalkan amal
Islami sementara aku melihat kesulitan berat dan peperangan hebat melawan musuh sedang dihadapi oleh umat Islam?”

Islam pun menghendaki seseorang yang mengucapkan kata kata seperti Abu Khaitsamah saat ia terlambat menyusul Rasulullah SAW ke medan Tabuk, ia berujar, ” Rasulullah dibakar terik matahari, angin badai, dan panas yang menyengat…Sementara aku , masih dibawah naungan sejuk, makanan yang tersaji, dan isteri yang cantik, menunggui hartanya…Sungguh ini tidak pantas.” (Ibnu Hisham dari ibnu Ishaq sirah Vol II/520) – Abdullah Azzam-

Selasa, 18 Desember 2012



//sumber//:Zilzaal.blogspot.com

1.Lathifah (isteri As Syahid Hasan Al Banna)


Suatu hari, si ibu menziarahi kenalan yang sama-sama menyintai dakwah ke jalan Allah. Sebelumnya bukan dia tidak biasa dengan keluarga tersebut. Sering juga dia melawat keluarga berkenaan. Namun hari itu dirasakan kelainan yang menusuk jiwa. Alunan merdu yang sedang membaca wahyu Allah itu menyapa hatinya untuk mengetahui siapakah gerangan empuya suara.

Lantas ahli keluarga memberitahu ia kepunyaan sekuntum bunga yang berada di taman Asy-Shuli. Namanya seindah dan selembut suaranya iaitu Lathiifah. Dalam hatinya mula terdetik rasa kagum pada keluarga Asy Shuli yang menghidupkan suasana keislaman di dalam rumahtangga mereka. Akhlak mereka terpancar dari suluhan-suluhan wahyu Allah dan sunnah Nabi s.a.w.



Bukan sekadar itu, si ibu berkesempatan menunaikan solat berjemaah dan beramah mesra dengan keluarga Asy Shuli. Akhirnya, si ibu bertemu juga dengan pemilik suara yang mengalunkan al-Quran tadi. Indahnya cahaya wajah Lathiifah memancarkan sinar keimanan yang sangat kuat… menggambarkan dirinya seorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan setulusnya. Wajah yang mendamaikan itu tidak mudah dilupakan oleh si ibu. Si ibu bertambah yakin dengan persekitaran yang baik keluarga Asy –Shuli dan kesolehahan puteri mereka.

Si ibu tidak lama menyimpan rasa berkenannya dia pada calon menantu untuk anak kesayangannya. Segera dia menyampaikan hasrat pada suami tercinta dan sang putera yang soleh. Mereka bermusyawarah untuk sama-sama mencapai reda Allah. Sang putera yang soleh sememangnya memiliki sikap mulia dan hormat pada orang tuanya. Tidak susah untuk dia memberikan persetujuan. Baik pada pandangan orang tuanya yang soleh itu, baiklah pula pada dirinya.

Tidak lama berselang masa sejak peristiwa ‘lantunan alunan wahyu Allah’ itu, sang putera bersama ibunya kembali ke rumah penuh barakah itu untuk melamar ‘si mawar solehah’. Saat itu, seluruh yang hadir merasa gembira menerima sebuah lamaran dari jejaka soleh yang menafkahkan diri di jalan dakwah.

Jejaka itu bukan sebarang jejaka. Jejaka itu berusaha berdampingan dengan Rasulullah s.a.w dari segala aspek yang ada pada Khatamul Anbiya’ itu. Dia mencontohi Nabi Muhammad pada aqidahnya, akhlaknya dan syariatnya. Maka terbentuklah seorang jejaka hebat yang punya kekuatan peribadi yang luar biasa. Pada akhirnya, selepas ruhnya pulang ke pangkuan Ilahi barulah dia dinobatkan sebagai mujaddid abad ke 19. Jejaka itu tidak lain tidak bukan adalah al-Syahid Hassan al-Banna.

2.NAJLA MAHMOUD (Isteri Prisedin MESIR DR.MURSI)

Setelah sang suami meraih kemenangan dalam pemilihan umum presiden Mesir maka Najla Mahmoud dipastikan menjadi Ibu Negara dari Negeri Piramida itu. Sosoknya pun kini perlahan menjadi perhatian dunia.

Istri dari Presiden baru Mesir ini dinilai merupakan sosok wanita Islami yang kerap mengenakan pakaian sederhana dengan kerudung yang menutupi kepalanya.

Karena itulah sosok Najla dinilai sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan Suzanne Mubarak, yang lebih mengandalkan gaya busana modern dengan setelan baju dan celana panjang. Sebagai seorang ibu negara Suzanne kerap digambarkan memiliki gaya hidup glamor.

Namun, gaya berbusana Najla perlahan menuai kritikan dari sejumlah pihak. Kritikan ini didasarkan pada pandangan bahwa Najla tidak layak mewakili Mesir di luar negeri dengan gaya berbusananya itu.

Pekan lalu, foto Najla yang tengah mengenakan baju sederhana dengan kerudung longgar menutupi bagian dada marak beredar di dunia maya. Foto ini pun menimbulkan sejumlah kritikan terhadap Najla.

"Ia sama sekali tidak terlihat merepresentasikan Mesir dengan pakaian yang dikenakannya. Tentunya akan sangat menyenangkan memiliki seorang ibu negara yang sama sekali tidak memiliki ide-ide terkait hak-hak progresif perempuan," tulis salah seorang warga Mesir, yang dikutip Albawaba, Selasa, (26/6/2012).

Sebuah situs gaya hidup dan hiburan di Kairo, The Scenario, bahkan terang-terangan menyerang gaya berbusana Najla. Bahkan situs itu menampilkan postingan dengan judul "Apakah Anda mencoba merayu Saya Nyonya Morsi?" lengkap dengan foto Najla berikut sebuah pertanyaan, "Apakah perempuan ini yang Anda inginkan untuk mewakili Mesir?".

Najla yang lahir di Kairo pada 1962 ini ternyata masih terikat hubungan darah dengan Morsi. Ia tidak lain adalah sepupu Morsi dari pihak ibu. Pasangan ini menikah pada 1979 dan dikaruniai lima anak.

Nama Najla selama bertahun-tahun telah tercatat sebagai anggota kelompok Ikhwanul Muslimin, dimana suaminya juga bergelut di wadah politik yang sama.

Perempuan bersahaja ini juga diketahui juga pernah mengecap bangku kuliah di University of Southern California.

Sejak suaminya dinobatkan sebagai Presiden Mesir, Najla sempat menyatakan, ia menolak dipanggil dengan sebutan ibu negara. Najla pun lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan 'Em Ahmed' atau ibu dari Ahmed (merujuk pada nama putra pertamanya).

"Islam mengajarkan bahwa Presiden adalah pelayan bagi rakyat Mesir. Ini berarti istri dari presiden juga adalah seorang pelayan bagi rakyat. Setiap sebutan yang telah dipaksakan harus kita hilangkan dari kamus politik dan sosial," tegas Najla.

Tidak hanya itu, Najla bahkan dikabarkan sempat menolak untuk pindah ke kediaman resmi kepresidenan yang sebelumnya ditempat oleh Husni Mubarak. Najla mengatakan, ia lebih memilih tinggal di sebuah distrik dimana rakyat dengan mudah dapat menemuinya.

3.Emine Erdogan (Isteri Perdana Menteri Erdogan)

Perdana Menteri Rajab Thayib Erdogan, atau dalam bahasa Turki disapa sebagai Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan lahir di Istanbul pada tanggal 26 Februari 1954. Tapi, ia dibesarkan di tanah kelahiran ayahnya di Rize, daerah pesisir Laut Hitam di Georgia. Pada usia 13 tahun, Erdogan kembali ke Istanbul. Ayah Erdogan, selain sebagai penjaga pantai di Angkatan Laut, juga seorang politikus muslim.

Pada tanggal 4 Juli 1978, Erdogan menikah dengan seorang muslimah bernama Ermine Gulbaran. Sang isteri lahir pada tahun 1955 di Siirt. Dari pernikahan ini, Erdogan menjadi seorang ayah dari empat anak: Ahmad Burak, Najmuddin Bilal, Sumayyah, dan Isra.

Emine Erdogan, isteri Perdana Menteri Turki Recep Tayyeb Erdogan ternyata pernah punya pengalaman tak mengenakkan karena mengenakan jilbab. Ia dilarang masuk saat melakukan kunjungan ke rumah sakit militer Turki (GATA) Gülhane pada tahun 2007, hanya karena Emine mengenakan jilbab.

Insiden itu diceritakan oleh Tayyeb Erdogan dalam sebuah siaran langsung di stasiun televisi Turki, TRT 1. Ketika menjelaskan soal hubungan sipil-militer di Turki, Erdogan menceritakan peristiwa tahun 2007 itu yang membuat dia dan isterinya terkesima.

Menurut Erdogan, ketika itu isterinya akan menjenguk aktor Turki, Nejat Uygur yang sedang dirawat akibat stroke. Tapi pihak rumah sakit melarang Emine masuk ke rumah sakit karena Emine mengenakan jilbab. Turki memang memberlakukan larangan berjilbab bagi perempuan di sekolah-sekolah dan di tempat-tempat publik.

Tapi, setelah mendengar insiden itu, Kepala Staf Militer Jenderal Ylker Babbuo menyampaikan permohonan maaf. "Saya berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi," katanya ketika itu.

Sabtu, 15 Desember 2012



sumber:detik.com

Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amidan Amin menilai, jika pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap ekonomi Indonesia, maka harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi harus dinaikkan.

"Subsidi BBM sudah hampir mencapai titik nadir, sudah tidak mungkin lagi ditambah (subsidi) ya menurut saya kita ya harus naikkan (harga BBM subsidi)," kata Amidan ketika ditemui diacara Silaturahmi Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah, di Plaza Mandiri, Sabtu (15/12/2012).

Menurutnya, subsidi BBM yang mencapai Rp 200 triliun sudah sangat membebani keuangan negara. Apabila masih merasa memiliki tanggung jawab terhadap ekonomi Indonesia, kata Amidan, maka harga BBM subsidi harus naik untuk mengurangi beban anggaran.

"Kenapa harus naik, karena kita kan harus bertanggungjawab dengan ekonomi negara kita," ucap Amidan.

Namun, jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, kata Amidan, pemerintah harus ada langkah antisipasi dampak sampingan dari kenaikan harga BBM tersebut.

"Tapi pemerintah harus bisa antisipasi dampak sampingan dari kenaikan harga BBM subsidi tersebut, ya misal kenaikan tidak diberlakukan untuk kendaraan umum, yang penting antisipasinya untuk masyarakat di akar rumput," cetusnya.

Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM di 2012 meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun akibat adanya tambahan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL menjadi 4,4 juta KL. Tapi ternyata jatah tersebut belum cukup dan pemerintah minta tambahan lagi 1,2 juta KL dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.

Dalam APBN-P 2012 disetujui anggaran subsidi energi Rp 225 triliun, dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.

Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.

"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.

Laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) juga mengatakan, seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.

Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.

Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.

"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.

Kamis, 13 Desember 2012



Dukungan untuk Mujahidin Jabhah Nushrah bentukan Ikhwanul Muslimin Suriah terus mengalir dari seluruh elemen umat Islam Negeri Syam ini.

Setelah 113 situs revolusi Suriah yang mewakili berbagai koordinator lokal di setiap wilayah, TV dan radio pro revolusi, serta kesatuan-kesatuan Mujahidin FSA menyatakan dukungannya, kini jajaran ulama Suriah juga mendukung Jabhah Nushrah.
Syaikh Abdullah Barbur, Ketua Kantor Mufti dan Peradilan pada Mahkamah Agung Syariat di kota Jabal Zawiyah, Provinsi Dier Ezur juga menegaskan dukungannya kepada Mujahidin Jabhah Nushrah.

“Jabhah Nushrah adalah keluarga kami, saudara-saudara kami dan kekasih-kekasih kami. Mereka bersama kami berjuang untuk menumbangkan rezim yang kafir lagi zalim ini. Mereka telah berkorban dan mempersembahkan nyawa dan harta mereka secara murah di jalan Allah, demi meninggikan panji kebenaran dan keadilan,” kata Syaikh Barbur.

Syaikh Barbur melanjutkan, Allah Ta’ala telah berfirman:

ÙˆَÙ„َÙ†ْ تَرْضَÙ‰ عَÙ†ْÙƒَ الْÙŠَÙ‡ُودُ ÙˆَÙ„َا النَّصَارَÙ‰ Ø­َتَّÙ‰ تَتَّبِعَ Ù…ِÙ„َّتَÙ‡ُÙ…ْ

“Dan sekali-kali orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak akan rela kepada kalian sampai kalian mengikuti ideologi mereka,” (QS. Al-Baqarah: 120).

“Hal ini membuat kami yakin bahwa saudara-saudara kami dalam kelompok Jabhah Nushrah berada di atas kebenaran,” tegas Syaikh Barbur kepada wartawan situs pro revolusi, Dier Ezzur Islam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu (5/12/2012) memasukkan kelompok Mujahidin Jabhah Nushrah Suriah dalam daftar baru organisasi “teroris” internasional.

Amerika hendak menyelamatkan rezim Nushairah Bashar Asad yang selama empat puluh tahun terakhir berjasa besar mengawal eksistensi penjajah Israel.

Amerika hendak mengadu domba rakyat Suriah dan Mujahidin FSA dengan Mujahidin Jabhah Nushrah yang dituding memiliki kaitan dengan Mujahidin Al-Qaidah internasional.

Dengan izin Allah semata, kemudian bimbingan para ulama rabbani, rakyat Suriah dan Mujahidin FSA cerdas membaca konspirasi jahat Amerika, Israel dan Barat yang nampaknya akan meminjam tangan PBB.

Seluruh wilayah Suriah pada Jum’at (7/12/2012) menggelar aksi demonstrasi dengan mengangkat tema “Tidak untuk pasukan penjaga perdamaian di Negeri Syam”.

Setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh seluruh unsur umat Islam Suriah tersebut, puluhan organisasi lokal dan media massa revolusi rakyat menyuarakan aksi dukungan yang lebih kuat lagi untuk Mujahidin Jabhah Nushrah.

Situs-situs berita, koran-koran, stasiun TV dan masjid-masjid di seluruh Suriah menyerukan agar aksi demonstrasi pada Jum’at (14/12/2012) besok mengangkat tema “Tidak untuk intervensi Amerika, kami semua adalah Jabhah Nushrah”.

Ini hanyalah akal-akalan jahat AS, Israel dan Barat, supaya ada alasan untuk masuk ke Suriah dengan dukungan PBB. Dalih yang mereka koarkan adalah untuk membasmi “teroris” di Suriah–padahal sejatinya untuk menyelamatkan wajah rezim Asad yang sudah bopeng-bopeng dan keluarnya bercak yang menjijikkan.

Konspirasi-konspirasi jahat Amerika, Israel dan Barat untuk melindungi rezim Nushairiyah Bashar Asad melalui pembentukan Dewan Transisi Nasional di Turki telah gagal, tak membuahkan hasil.

Konspirasi jahat serupa diperbarui dengan pembentukan Dewan Koalisi Nasional melalui konferensi oposisi sekuler di Dubai. Namun itu pun mandul.

Kini Amerika, Israel dan Barat telah kehilangan semua kartunya. Tiada pilihan bagi mereka selain melakukan intervensi militer dengan meminjam tangan PBB. Legitimasi dan Justifikasinya adalah memerangi “teroris” Islam bernama Mujahidin Jabhah Nushrah.

Tentu saja pasukan perang PBB tersebut akan memakai nama keren “pasukan penjaga perdamaian”. Konspirasi jahat AS, Israel dan Barat di banyak negara sukses di jalankan. Namun ini adalah Suriah. Sudah saatnya AS, Israel dan Barat kena batunya di Suriah.

Merespon “Daftar Teroris Amerika”, Selasa (11/12/2012), pejabat tinggi Ikhwanul Muslimin Suriah  membuat sebuah siaran pers untuk membantah Amerika Serikat yang telah melakukan kesalahan fatal dengan menyatakan “militan” Islam Jabhah Al-Nushrah yang telah melakukan perlawanan pada Pemerintah rezim Suriah, Bashar Al Assad, masuk dalam daftar kelompok “teroris”.

Wakil Pemimpin Ikhwanul Muslimin Suriah, Farouk Tavfour menegaskan, Front Perlawanan (Jabhah) Al-Nushrah  adalah pejuang yang masuk dalam afiliasi Ikhwanul Muslimin lantaran dibentuk oleh Ikhwanul Muslimin Suriah.

“Ini merupakan sebuah kesalahan dan terburu-buru. Saya pikir ini terlalu dini untuk mengategorikan sebuah organisasi teroris atau bukan di Suriah mengingat kekecauan dan suasana yang tidak menentu di negeri ini,” kata Farouk Tayfour.
Dalam sebuah surat keputusan (5/12/2012) yang dirilis Selasa (11/12/2012), Departemen Luar Negeri AS,  menyebut Jabhah  Al-Nushrah telah masuk daftar kelompok yang menganjurkan negara Islam di Suriah dan berafiliasi dengan Al-Qaidah di Irak.

“Para Menteri Luar Negeri menyimpulkan bahwa ada data faktual yang terlihat jelas setelah menemukan keterlibatan Al-Qaidah di Irak, mereka mencoba memakai nama lain saat di Suriah, termasuk juga Al-Nushrah,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri Amerikas Serikat.

Amerika telah menyatakan membekukan seluruh aset-aset yang berhubungan dengan Al-Nushrah, segala keterlibatannya dianggap sebagai kelompok yang membantu gerakan “teroris”.

“Kami ini gerakan kemerdekaan, bukan gerakan teroris. Sebagian besar kami adalah para sarjana yang berpendidikan dan mengikuti dakwah perjuangan Ikhwanul Muslimin. Ini bukan pemberontakan yang dilakukan teroris, tetapi ini perjuangan kemerdekaan dalam menghancurkan tirani,” ungkap Farouk Tavfour.

Tak apalah, disebut “teroris” sama orang kafir. Yang penting, sebutan teroris bukan dari kalangan Mukmin, Ulama, Mujahidin, orang-orang shalih, umat Islam.

Mudahnya, jika kaum kuffar mencap orang-orang Mukmin sebagai teroris, jawab saja, “Kalianlah teroris yang sebenarnya!” (arrahmah.com/salam-online.com)

sumber :http://zilzaal.blogspot.com

Rabu, 05 Desember 2012


Nusa Dua - Pemerintah masih tak mau menyepelekan kondisi krisis dan perlambatan ekonomi dunia dan dampaknya terhadap Indonesia tahun depan.

Untuk menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah setidaknya menyiapkan 8 langkah strategis dan pencegahan. Apa saja?

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, langkah pertama yang diambil pemerintah adalah fokus menjaga iklim investasi dan menjaga konsumsi domestik. Hal tersebut menurutnya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sebagai alternatif ekspor yang melambat.

"Kedua, meningkatkan alokasi anggaran belanja dan pengembangan infrastruktur. Pada 2013, APBN dialokasi untuk belanja modal mencapai Rp 216,05 triliun atau meningkat 28,04% dari periode sebelumnya," tutur Agus Marto pada Seminar Stabilitas Keuangan di The Westin Hotel di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2012)

Lalu yang ketiga, menyediakan anggaran yang cukup di 2013 untuk menghadapi krisis dan bisa dicairkan oleh persetujuan parlemen atau DPR dalam kurun waktu 24 jam.

"Alokasi anggaran Rp 5,5 triliun untuk menghadapi risiko-risiko yang datang dari makro ekonomi dan volatilitas harga pangan," tambahnya.

Keempat, Agus menjelaskan langkah yang diambil pemerintah adalah meningkatkan penyerapan anggaran melalui peningkatan perencanaan anggaran.

"Pemerintah menugaskan Tim Evaluasi dan Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPPA) untuk meningkatkan penyerapan anggaran," tuturnya.

Kemudian kelima meningkatkan koordinasi bersama dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Ini dilakukan untuk menciptakan perlindungan dan peringatan dini krisis.

"Keenam, mengintegrasikan early warning system yang ada di lembaga-lembaga di dalam FKSSK," sebutnya.

Ketujuh adalah merancang kerangka kerja penyerapan surat utang atau obligasi negara oleh BUMN sebagai pembeli siaga atau standby buyer.

Terakhir atau kedelapan adalah mengamankan neraca pembayaran Indonesia. Hal ini bisa diperoleh dari pinjaman Bank Dunia, ADB serta pemerintah Australia dan Jepang.

anime komik

ONE PIECE

anime video

STATISTIK MINGGU INI

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Cari Blog Ini

members

About

Popular Posts